recent posts

banner image

Research Member of Knowledge Management

BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan

Tim Peneliti telah membaca, memeriksa dan melakukan analisis terhadap data yang masuk dari 20 orang responden yang secara mandiri telah mengisi instrumen penelitian yang berupa pertanyaan ini yang mengandung delapan butir kriteria MAKE versi bentuk adaptasi. Data utuh dan lengkap instrumen terisi tersedia pada lampiran.
                                                                                                                                         
1.      Pertanyaan Nomor 1:
“Apakah ada dan bagaimanakah kebijakan dasar yang telah dipilih atau dibuat oleh manajemen program studi ini terkait Manajemen Pengetahuan?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 1:
Sebagian besar responden telah menyatakan bahwa pada dasarnya Manajemen Prodi S1 TP FIP telah memilih atau membuat kebijakan dasar terkait Manajemen Pengetahuan ini. Meskipun diakui belum sepenuhnya dipahami rasional atau latar belakang pencantumannya, namun dengan ada dan terbacanya salah satu butir rumusan misi (yaitu “membangun budaya mutu” dan “menerapkan prinsip organisasi belajar”), ini pun sudah cukup menunjukkan bahwa prinsip dan praktik Manajemen Pengetahuan telah dianggap cukup penting dan diperlukan. Meskipun demikian, rumusan nilai-nilai (values) organisasi yang biasanya dirumuskan secara tandem dengan rumusan visi dan misi program studi terkait belum tampak atau ditemukan

2.      Pertanyaan Nomor 2:
“Bagaimanakah praktik dari kebijakan dasar yang telah dipilih atau dibuat tersebut?”  

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 2:
Praktik dari kebijakan dasar hampir selalu melibatkan warga atau orang yang terlibat atau hidup di dalamnya. Sebagian besar responden menyatakan bahwa baru sebagian tenaga pendidik (dosen) program studi ini yang sudah mempraktikkan apa yang sudah dirumuskan sebagai visi dan misi tersebut. Terkait aktivitas knowledge sharing di luar jam perkuliahan disebutkan oleh sebagian besar responden baru sebagian dosen. Suri teladan dosen yang diwujudkan dengan contoh dan penanaman nilai-nilai (softskills) terkait praktik teknologi pendidikan juga dikatakan baru sebagian dosen saja.

3.      Pertanyaan Nomor 3:
“Apakah ada dan bagaimanakah praktik yang selama ini telah dilakukan oleh manajemen program studi ini yang telah mengarah kepada pemupukan kreativitas dan karya inovatif mahasiswanya?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 3:
Sebagian besar responden memaparkan bahwa manajemen program studi ini telah cukup banyak memfasilitasi pemupukan kreativitas dan karya inovatif mahasiswa, khususnya pada pembelajaran mata kuliah konsentrasi Media Pembelajaran. Manajemen pun dianggap sudah memfasilitasi mahasiswa yang meminati PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Meskipun demikian, metode perkuliahan di luar konsentrasi tersebut pun telah disebut banyak yang mendorong kreativitas mahasiswa. Misalnya, blended learning, videoconferencing, skyping, web-based learning, dan pemanfaatan situs www.ilmupendidikan.net dan http://teknologipendidikan.web.id. Untuk versi offline, metode yang dianggap telah mengajak mahasiswa agar kreatif dan inovatif, di antaranya, penyelenggaraan pertemuan “Kuliah Inspirasi” selama 3 kali berturut-turut pertahun dan kesempatan ditugaskan berkonsultasi dengan klien dalam sebuah mata kuliah pengembangan. Ada sebagian kecil responden yang mengatakan bahwa sebagian dari praktik mendorong kreativitas dan inovasi tersebut belumlah direncanakan secara baik atau masih bersifat sporadis.    


4.      Pertanyaan Nomor 4:
“Apakah ada dan bagaimanakah praktik yang selama ini telah dilaksanakan oleh manajemen program studi ini dalam bentuk berbagi (sharing), baik itu antarsesama dosen, antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan dosen, maupun antarsesama mahasiswa?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 4:
Aktivitas berbagi ini, oleh sebagian besar responden, telah dianggap masih minim, khususnya antara mahasiswa dan dosen di luar jam perkuliahan dan di luar sesi konsultasi penasihat akademis dan konsultasi penulisan skripsi. Disebutkan bahwa ada beberapa dosen yang aktif berkomunikasi ulang alik dengan mahasiswanya melalui media sosial seperti Whatsapp dan Facebook. Antarmahasiswa sendiri dikatakan sudah cukup intensif, termasuk antarangkatan untuk aktivitas coaching dan mentoring

5.      Pertanyaan Nomor 5:
“Apakah ada lingkungan (baik secara fisik/offline) maupun maya (online/digital) yang selama ini telah diupayakan oleh manajemen program studi ini terkait penyelenggaraan berbagi pengetahuan (knowledge sharing) ini? Bagaimanakah ini dilaksanakan?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 5:
Terkait dengan pertanyaan dan jawaban Nomor 4 tersebut di atas, sebagian besar responden menunjukkan bahwa ketersediaan TP Corner dan Ruangan Baca sangat membantu mereka, meskipun ketersediaan koneksi Internet telah dirasakan masih belum cukup.


6.      Pertanyaan Nomor 6:
“Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya budaya organisasi pembelajar (learning organization) selama ini telah dibangun dan dipelihara oleh manajemen program studi ini?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 6:
Sebagian besar responden menuliskan bahwa budaya ini telah mulai dibangun, namun belum direncanakan secara baik atau masih sporadis, bahkan terhenti. Presentasi hasil PPL, oleh mahasiswa yang sudah melaksanakan PPL kepada teman sebayanya yang belum melakukan PPL itu, pernah diselenggarakan, namun terhenti (yang membuatnya praktik ini disebut belum membudaya).

7.      Pertanyaan Nomor 7:
“Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya ini selama ini telah dilaksanakan sedemikian rupa oleh manajemen program studi ini, sehingga program studi ini secara maju berkelanjutan memahami kebutuhan para pelanggannya?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 7:
Sebagian besar responden menjawab bahwa manajemen program studi belum banyak melakukan hal ini, misalnya memahami kebutuhan terkini pasar yang akan menyerap lulusan program studi ini. Ada sebagian kecil yang menyebutkan bahwa gejala dari manajemen program studi belum sepenuhnya memahami kebutuhan para pelanggannya ini ialah dengan belum membiasakan softskills terkait teknologi pendidikan ke dalam perkuliahan. Meskipun demikian dikatakan bahwa hubungan antara ikatan alumni dan manajemen program studi terjalin baik. 

8.      Pertanyaan Nomor 8:
“Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya itu selama ini telah dilaksanakan sedemikian rupa oleh manajemen program studi ini, sehingga program studi ini secara maju berkelanjutan dipahami karakteristik khasnya oleh para pelanggannya?”

Analisis terhadap Jawaban untuk Nomor 8:
Sebagian besar responden menyatakan bahwa selama ini manajemen program studi hanya mengandalkan mahasiswa yang sedang melaksanakan PPL/PKL saja untuk menjadi “Duta TP” di tempat mereka bertugas. Belum ada, misalnya, tindakan promosi teknologi pendidikan ke sekolah-sekolah atau perusahaan-perusahaan. Gejala “ mahasiswa baru masuk TP karena kesasar”, meskipun diamati sudah berkurang, namun “pemasaran” tentang Prodi S1 TP FIP UNJ dianggap masih belum optimal. Sementara itu, akun Instagram HMP TP disebut sangat aktif dan praktis mengambil alih melakukan promosi.

BAB V
Kesimpulan dan Saran

A.    Kesimpulan
Analisis terhadap data yang telah masuk menunjukkan, bahwa manajemen program studi ini telah menetapkan kebijakan dasar terkait teori dan praktik Manajemen Pengetahuan. Walaupun demikian, ditemukan juga ditemukan bahwa praktik atau operasionalisasi dari kebijakan dasar ini memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh, komitmen yang kuat, dan kerja sama tim yang solid dari sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang bernaung dalam program studi ini. Sebagai pembahasan diuraikan ulasan sebagai berikut.
Sebagaimana sudah diuraikan di BAB 1 bagian Urgensi atau Manfaat Penelitian, pada Bagian Kedelapan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 (Permendikbud RI No. 49/2014) tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yaitu Standar Pengelolaan Pembelajaran Pasal 38 (c) diisyaratkan bahwa Program Studi wajib melakukan kegiatan sistemik yang menciptakan suasana akademik dan budaya mutu yang baik, serta (d) melakukan kegiatan pemantauan dan evaluasi secara periodik dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu proses pembelajaran. Standar proses pembelajaran ialah kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusannya.
Sejumlah standar lain, baik yang terkandung dalam Borang Akreditasi yang Diisi oleh Program Studi (Buku IIIA) maupun dalam Pedoman Penilaian Akreditasi Program Studi Sarjana (Buku V), sesungguhnya telah membimbing manajemen program studi melakukan upaya secara sistemik dan sistematis memenuhi atau mendekati memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sebagaimana dikemukakan di atas. 
Berikut ini ialah kutipan langsung rumusan sejumlah standar yang ditulis, baik
           dalam Buku IIIA maupun Buku V tersebut di atas, yang menurut Tim Peneliti terkait
           dengan teori dan praktik Manajemen Pengetahuan di program studi. Standar-standar yang
           dipaparkan di sini tidak dimaksudkan berfungsi lain, selain sebagai contoh peluang
           bagaimana menerapkan Manajemen Pengetahuan di program studi.
Standar 1:
n  Uraikan upaya penyebaran/sosialissi visi, misi, dan tujuan program studi serta pemahaman sivitas akademika dan tenaga kependidikan.

Standar 2:
n  Apakah program studi telah melakukan kajian tentang proses pembelajaran melalui umpanbalik dari dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan dan persepsi mereka?

Standar 3: 
n  Adakah studi pelacakan (tracer study) untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja lulusan dengan pihak pengguna? Jika ada, uraikan metode, proses dan mekanisme kegiatan studi pelacakan tersebut.
n  Jelaskan pula bentuk tindak lanjut dari hasil kegiatan ini.

Standar 5:
n  Jelaskan mekanisme peninjauan kurikulum dan pihak-pihak yang dilibatkan dalam proses peninjauan tersebut.
n  Jelaskan mekanisme penyusunan materi kuliah dan monitoing perkuliahan, antara lain kehadiran dosen dan mahasiswa, serta materi kuliah.
n  Jelaskan proses pembimbingan akademik yang diterapkan pada program studi ini.
n  Jelaskan pelaksanaan pembimbingan Tugas Akhir atau Skripsi yang diterapkan pada program studi ini.
n  Uraikan upaya perbaikan pembelajaran serta hasil yang telah dilakukan dan dicapai dalam tiga tahun terakhir dan hasilnya.
n  Berikan gambaran yang jelas mengenai upaya dan kegiatan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif di lingkungan program studi, khususnya mengenai hal-hal kebijakan tentang suasana akademik; ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika; program dan kegiatan di dalam dan di luar proses pembelajaran, yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kelas, untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif (misalnya seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama, pengenalan kehidupan kampus, dan temu dosen-mahasiswa-alumni); interaksi akademik antara dosen-mahasiswa, antar mahasiswa, serta antar dosen; serta pengembangan perilaku kecendekiawanan.

Standar 6:
n  Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh program studi untuk proses pembelajaran (hardware, software, e-learning, perpustakaan, dll.).

                       Standar 7:
n  Adakah mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pelayanan kegiatan/pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir?
n  Tuliskan instansi dalam dan luar negeri yang menjalin kerjasama yang terkait dengan program studi/jurusan dalam tiga tahun terakhir.

B.     Saran
Dalam upaya memenuhi standar tersebut di atas, berikut ini Tim Peneliti berbagi sejumlah saran yang disajikan secara butir perbutir sesuai pertanyaan yang mengandung delapan kriteria Studi MAKE itu.
            Butir Pertanyaan Nomor 1:
“Apakah ada dan bagaimanakah kebijakan dasar yang telah dipilih atau dibuat oleh
  manajemen program studi ini terkait Manajemen Pengetahuan?”
Rumusan Visi yang Disarankan, antara lain:
Menjadi Program Studi S1 Teknologi Pendidikan yang paling utama di Indonesia di
bidang perekayasaan pembelajaran yang berbasis pengetahuan, mengacu kepada kemajuan
zaman dan kebutuhan pelanggan, dan berdasar pada kaidah dan etika akademik.
           
            Rumusan Misi yang Disarankan, antara lain:
1.      Menciptakan budaya organisasi belajar
2.      Memberikan pelayanan prima kepada pelanggan
3.      Menciptakan dampak yang tinggi terhadap penerapan pengetahuan
4.      Memberikan akses informasi yang mudah, luas dan terkini
5.      Menjalin hubungan yang baik terhadap pelanggan dan mitra kerja
          
           Rumusan Nilai-Nilai yang Disarankan, antara lain:
1.      Berorientasi kepada konsumen atau pelanggan
2.      Menciptakan dan memanfaatkan peluang
3.      Mengoptimalkan potensi-potensi modal intelektual
4.      Memfasilitasi kebebasan mengakses informasi
5.      Maju berkelanjutan

           Butir Pertanyaan Nomor 2:
           “Bagaimanakah praktik dari kebijakan dasar yang telah dipilih atau dibuat tersebut?”.
           Tindakan yang Disarankan, antara lain: 
1.      Dilakukan mekanisme supervisi dan coaching yang efektif kepada dosen sebagai suri teladan utama bagi mahasiswa.
2.      Dibangun manajemen program studi yang berperan sebagai suri teladan (role model) bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan agar terjadinya budaya Manajemen Pengetahuan.
3.      Disusun petunjuk umum dan teknis yang memfasilitasi sivitas akademika program studi untuk melakukan berbagi pengetahuan (knowledge sharing).
4.      Dikerjakan sosialisasi yang konsisten tentang visi misi dan nilai-nilai program studi kepada seluruh warga dan pelanggan TP baik secara langsung maupun melalui media sosial.
5.      Dilaksanakan upaya yang konsisten mencari informasi terkini agar maju berkelanjutan.

          Butir Pertanyaan Nomor 3:
          “Apakah ada praktik dan bagaimanakah praktik yang selama ini telah dilakukan civitas
          akademika dan staf administrasi program studi ini yang telah mengarah kepada pemupukan
          kreativitas dan inovasi?”
          Tindakan yang Disarankan, antara lain:
1.      Diselenggarakan Pameran Tahunan Karya Terbaik dari Mahasiswa Prodi S1 TP FIP UNJ. Bukan sekadar pameran, namun menghadirkan para ahli dan praktisi teknologi pendidikan termasuk pengguna jasa lulusan teknologi pendidikan yang akan memberikan saran dan kritik dari perspektif praktisi dan pelanggan. Karya yang dihasilkan bisa karya mahasiswa dengan konsentrasi yang berbeda. 
2.      Dilaksanakan Bursa Karya Tahunan dari Mahasiswa Prodi S1 TP FIP UNJ. Bukan sekadar bursa (jual beli), tetapi menghadirkan para ahli dan praktisi entrepreneurship yang akan menawarkan saran dan kritik dari perspektif entrepreneurship.



          Butir Pertanyaan Nomor 4:
          “Apakah ada dan bagaimanakah praktik yang selama ini telah dilaksanakan oleh manajemen
          program studi ini dalam bentuk berbagi (sharing), baik itu antarsesama dosen, antara dosen
          dan mahasiswa, antara mahasiswa dan dosen, maupun antarsesama mahasiswa?”
          Tindakan yang Disarankan, antara lain:
1.      Diselenggarakan Orientasi Perkuliahan Semester sebelum pekan perdana perkuliahan dimulai. Praktik yang selama ini berlangsung ialah pertemuan pertama perkuliahan langsung dibahas kontrak kuliah yang sudah final/difinalkan oleh dosen yang terkait. Sementara Orientasi Perkuliahan ini memfasilitasi dialog antara dosen dan mahasiswa tentang kontrak kuliah yang secara sadar dan sengaja dibiarkan terbuka oleh dosen yang bersangkutan untuk dibahas bersama mahasiswa.  
2.      Dilaksanakan Pertemuan Semesteran Lintasangkatan. Pertemuan ini memfasilitasi mentoring dan coaching lintasangkatan mengenai banyak hal, baik teori maupun praktik teknologi pendidikan, sesuai dengan peluang dan tantangan yang sedang dipilih sebagai fokus atau tema. Dokumentasi dan/atau notulen proses dan hasil  pertemuan ini dapat dimanfaatkan oleh manajemen program studi sebagai data masukan yang berharga.

          Butir Pertanyaan Nomor 5:
          “Apakah ada lingkungan (baik secara fisik/offline) maupun maya (online/digital) yang
          selama ini telah diupayakan oleh manajemen program studi ini terkait penyelenggaraan
          berbagi pengetahuan (knowledge sharing) ini? Bagaimanakah ini dilaksanakan?”
          Tindakan yang Disarankan, antara lain:
1.      Difasilitasi sebuah ruangan di lingkungan fakultas atau program studi, dalam waktu jam kerja, untuk antarmahasiswa berdiskusi dan berkarya. Pengurus HMP S1 TP FIP UNJ ditugaskan mengoordinasikan pelaksanaan ini termasuk supervisi keamanan, ketertiban, dan kenyamanan.
2.      Dibangun sebuah (atau dimanfaatkan secara lebih maksimal “laman resmi” Prodi S1 TP FIP UNJ yang sudah ada) yang dapat diakses oleh mahasiswa termasuk melalui gawainya, khusus tempat antarmahasiswa melanjutkan berdiskusi dan berkarya, tanpa perlu terikat waktu. Pengurus HMP S1 TP FIP UNJ (atau tim kecil yang dipercaya) ditugaskan persemester bekerja sebagai administrator, baik terkait teknis administrasi maupun teknis pilah dan pilih tema atau materi terkait teknologi pendidikan untuk didisksikan. Agar potensi tantangan budaya (misalnya kesungkanan, keengganan mahasiswa terhadap dosennya) tidak terjadi, maka laman ini dimaksudkan khusus antarmahasiswa saja.  
3.      Melengkapi Ruangan Baca yang sudah ada, dibangun Ruangan Baca Daring/Online tempat penyimpanan karya mahasiswa dan dosen.
4.      Dibuat grup media sosial resmi Prodi S1 TP FIP UNJ. Berbeda dengan butir nomor 2 yang khusus mahasiswa, grup media sosial ini khusus sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) Prodi S1 TP FIP UNJ termasuk tenaga kependidikannya. Wahana ini memfasilitasi komunikasi ulang alik dan segera antara mahasiswa dan dosen (dan sebaliknya) mengenai hal-hal praktis terkait administrasi teknis proses pembelajaran di lingkungan program studi ini sehari-hari.

          Butir Pertanyaan Nomor 6:
           “Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya budaya organisasi pembelajar (learning
          organization) selama ini telah dibangun dan dipelihara oleh manajemen program studi ini?”.

          Membangun budaya pada hakikatnya dimulai dari menetapkan kebijakan (yaitu Butir
          Pertanyaan Nomor 1) yang secara konsisten dan konsekuen dipraktikkan oleh manajemen
          program studi sebagai suri teladan (yaitu Butir Pertanyaan Nomor 2).
          Berdasar pada prinsip tersebut di atas, maka tindakan yang disarankan ialah memulai
          mewujudkan atau memfasilitasi terlaksananya saran-saran yang diangkat pada butir-butir
           pertanyaan nomor 3, 4, dan 5 tersebut di atas.  

           Butir Pertanyaan Nomor 7:
           “Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya ini selama ini telah dilaksanakan sedemikian
           rupa oleh manajemen program studi ini, sehingga program studi ini secara maju
           berkelanjutan memahami kebutuhan para pelanggannya?”

           Tindakan yang Disarankan, antara lain:
Dibangun kerjasama dengan mitra kerja dan/atau pelanggan yang bereputasi baik atau
bonafid. Tujuannya ialah melatih mahasiswa mempraktikkan ADDIE dengan berinteraksi
langsung dengan pelanggan atau pengguna jasa mereka kelak. Program ini dapat juga
dimanfaatkan sebagai persiapan mental dan intelektual mahasiswa sebagai calon teknolog
pendidikan, kelak ketika sedang menghadapi MK “PKL” (Program Kerja Lapangan).
Pelaksanaan program kerja sama ini dapat juga sebagai kompensasi pemerkaya, mengingat
bobot “PKL” sejak Semester 105 dihargai hanya 2 SKS saja. Pelaksanaan program ini
potensial bekerja sama dengan Ikatan Alumni Kurikulum dan Teknologi Pendidikan IKIP
Jakarta/Universitas Negeri Jakarta.


           Butir Pertanyaan Nomor 8:
           “Apakah ada upaya dan bagaimanakah upaya itu selama ini telah dilaksanakan sedemikian
           rupa oleh manajemen program studi ini, sehingga program studi ini secara maju
           berkelanjutan dipahami karakteristik khasnya oleh para pelanggannya?”

           Tindakan yang Disarankan, antara lain:
1.      Dilaksanakan Program Tahunan “Cerdas Cermat TP”. Calon peserta yang diundang ialah siswa sekolah menengah di lingkungan Jabodetabek, baik SMA, SMK, maupun MA. Tujuannya ialah agar semakin banyak siswa sekolah menengah ini mengenal profesi teknologi pendidikan secara lebih baik lagi. Program ini juga potensial bekerja sama dengan Ikatan Alumni Kurikulum dan Teknologi Pendidikan IKIP Jakarta/Universitas Negeri Jakarta.
2.      Dibuat akun (berbayar) LinkedIn resmi Program S1 TP FIP UNJ. Tujuannya serupa dengan program tersebut di nomor 1 di atas, namun dengan sasaran yang lebih luas dan bersifat digital, baik nasional maupun internasional. Salah satu fitur istimewa akun ini ialah tersedianya ruang (space) tempat karya terbaik mahasiswa dan dosen dapat diunggah dan diunduh. 
3.      Dibuat akun Twitter resmi Program S1 TP FIP UNJ. Tujuannya serupa dengan program tersebut di nomor 2 di atas, tetapi dengan sasaran pengguna Twitter, baik nasional maupun internasional.
4.      Dibuat akun Instagram resmi Program S1 TP FIP UNJ. Tujuannya serupa dengan program tersebut di nomor 2 di atas, tetapi dengan sasaran pengguna Instagram, baik nasional maupun internasional.





Research Member of Knowledge Management Research Member of Knowledge Management Reviewed by Multimedia School on Juli 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.